BUKU | Profesor yang Terlahir dari Titik Nadir

Nania Juliananda Avatar

Judul : Berani Melawan Nasib
Penulis : Hardi S Hood @ Muhammad Natsir Tahar
Penyunting : Muhammad Natsir Tahar
Penerbit : Focus Publishing Intermedia
ISBN : 978-602-71419-0-2
Tebal : 192 Halaman
Cetakan Perdana : Agustus 2016

 

Buku ini mencoba mengubak sisi human interest seorang petinggi akademis dari negeri seberang Malaysia. Buku Berani Melawan Nasib berkisah soal sosok Prof. DR. Dato’ Mohd. Noh Dalimin, M.Sc, DIC yang manjabat sebagai Naib Canselor Universiti Tun Husein Onn Malaysia (UTHM).

Dituturkan, Prof Dato’ DR Mohammad Noh Dalimin di masa lalu, adalah bagian dari kisah getir imigran Jawa pada abad ke – 19 yang mencari kehidupan baru di negeri Johor. Kecepatan otaknya dalam melahap aneka macam ilmu, menjadikan Noh sebagai bagian dari sedikit generasi Melayu (sebagai pembeda dari non pribumi) yang dibiayai pihak Kerajaan untuk sekolah setinggi langit.

Kecuali bekal semangat dan kecerdasan otak, tidak ada alasan masuk akal apapun yang menjadi faktor penyebab, sehingga anak dari keluarga kurang berada yang tinggal di salah satu sudut hutan Batu Pahat ini menjadi Profesor dan memimpin salah satu universitas ternama di Malaysia, tepat di tanah di mana ia dilahirkan.

Noh sudah yatim sejak ia belia. Ayahnya sempat berwasiat agar kelak Noh dapat masuk sekolah Orang Putih (sekolah di Malaysia yang menggunakan bahasa Inggris) demi melihat kecemerlangan otaknya. Ketika sang ayah meninggal, selain separuh mati memberi makan sembilan anak yatim, ibunda Noh harus tetap memastikan agar Noh bisa masuk ke sekolah Orang Putih.

Biografi ini ditulis sekaligus digagas oleh Hardi Hood, seorang Senator asal Kepulauan Riau yang kebetulan mengambil program Doktor di UTHM. Hardi yang sibuk karena bertugas di Senayan dikabarkan tidak ingin menyelesaikan buku ini sendirian. Untuk itu ia menggandeng Muhammad Natsir Tahar, seorang penulis produktif dari Batam yang sekaligus bertindak sebagai penyunting. Kolaborasi keduanya membuat buku ini menjadi hidup. Deskripsi tentang Kampung Parit Bengkok sebagai tanah kelahiran Noh, lalu Yogyakarta dan London tempat di mana ia menimba ilmu tergambar sangat menarik.

Pemilihan diksi yang tidak biasa dan terkesan ngepop bercampur haru dan kocak menjadikan buku ini layak dibaca tamat dalam semalam. Penulis juga memetik salah satu pasal dalam Gurindam XII, juga ada puisi elegi yang melinangkan air mata serta beberapa kalimat filosofis dan inspiratif sehingga buku ini perlu direkomendasikan sebagai bahan bacaan motivasi.

Namun untuk ukuran sebuah biografi, diakui buku ini agak kurang detil pada kehidupan tokoh utama. Hal ini disebabkan minimnya waktu yang tersedia untuk menggali lebih dalam bilah – bilah kehidupan sang tokoh utama karena penulis diharuskan bolak balik dari Batam ke Johor Bahru. Sedikit kelemahan itu dapat ditutupi oleh sejumlah foto dan dokumen penting yang terselip pada sejumlah chapter. Selamat membaca dan mengagumi buku ini. ~

Tagged in :

Nania Juliananda Avatar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Muhammad Natsir Tahar

1.5 M Followers

Publishing Director, Editor in Chief , Public Speaker, Copywriter, IT Support, Content Creator, Columnist, Book Planner, Speaker, Writer Trainer, etc.

Karina R. Sembiring

1.7 M Followers

General Manager: Certified Public Speaker (CPS) No. 1551/CPS/IPSA/2024 dari Indonesian Professional Speakers Association (IPSA).

Riki Fazrin

1.1 M Followers

Creative Manager: Hard worker, high loyalty, prioritize customer satisfaction, punctual, etc.

Nania Juliananda

1.1 M Followers

Administrative Officer: Diligent, tenacious, adaptable, prioritizes customer satisfaction, punctual, etc.

Latest Posts

Pages

Tags

There’s no content to show here yet.