BUKU | Membaca Indonesia dari Kacamata Batam

Nania Juliananda Avatar

JUDUL |  Membaca Indonesia dari Kacamata Batam

PENULIS | Ade P Nasution, Ph.D

EDITOR | Muhammad Natsir Tahar

ISBN | 978-602-71419-0-2

Gempita pembangunan Batam hari ini adalah proses hampir empat dasawarsa yang sibuk. Batam tidak tumbuh alami, ia begitu gegas tersulap dari kampung nelayan yang genuine menjadi cikal kota modern nan futuristik. Posisinya yang terdepan di jalur tersibuk Selat Philips adalah tuah yang melekat pada tanah Batam.

Namun mesin pembangunan yang hanya menggunakan satu mata pisau yakni Neo Kapitalisme, menciptakan paradoks bahkan kontradiksi. Problema sosial muncul sama banyaknya dengan ledakan populasi. Pertumbuhan ekonomi terkatrol sangat signifikan, namun pemerataan sosial tertatih – tatih di belakangnya. Akhirnya tercipta gap antara borjuis dan jelata dalam posisi saling menyikut. Akan sangat mudah ditebak bahwa pemenangnya adalah borjuis kapitalis.

Dengan kekuatan modal mereka merengkuh apa saja yang bernilai ekonomis dan ironisnya Pemerintah Indonesia membentangkan karpet merah untuk itu. Sedangkan kaum marjinal, penduduk lokal dan proletar yang sejatinya adalah gerigi penting mesin – mesin indusrialisasi, terpinggirkan dan tereksploitasi sedemikan rupa.

Ade P Nasution yang saya tuduh agak condong ke Kiri dengan sangat cerdas memamerkan kepiawaiannya lewat tulisan – tulisan menggigit dalam buku ini. Untuk melihat dengan terang model pembangunan Indonesia yang menganut mazhab Pasar Bebas, kelemahan – kelemahannya langsung dapat ditelanjangi jika kita mengintipnya pada posisi agak ke sebelah Kiri. Kendati paham Sosialisme, Marxisme, Leninisme, Komunisme dan seterusnya mendapat stigma negatif secara berat sebelah, namun dalam dialektika keadilan sosial , produk – produk berpikir Neoliberalisme sangat layak untuk terus menerus digugat hingga mencapai taraf yang paling ideal.

Ade P Nasution secara gamblang  mengangkat ke permukaan mazhab – mazhab ekonomi mulai dari Merkantilis Klasik, Neo Klasik, Marxis, Keynesian hingga Konsep Ekonomi Syariah sebagai rujukan untuk menyigi kebijakan pembangunan ekonomi nasional.

Penulis tidak hanya menyorot titik lemahnya, tapi juga menawarkan solusi dengan mengajak stakeholder dan pemangku kebijakan apapun untuk memberi laluan yang benderang kepada unit usaha mikro dan koperasi yang memiliki semangat gotong – royong khas Indonesia. Konsep Ekonomi Kerakyatan yang dapat disempurnakan dengan pendekatan dogmatis, adalah “jalan damai” yang mesti ditempuh untuk menatap Indonesia sejarahtera di hari depan.

Batam adalah sebentuk miniatur yang merefleksikan wajah Indonesia. Kita dapat membaca Indonesia dengan menggunakan kacamata Batam. Esai – esai bernilai konstruktif dan mencerahkan dalam buku ini, yang kemudian dilengkapi dengan sumbangan tulisan dari saya sendiri karena kebetulan selalu ekuivalen dengan kerangka berpikir dan gaya bahasa Sang Penulis, mudah – mudahan dapat menjadi rujukan diskursus ekonomi Indonesia dan Batam khususnya. Selamat datang di lembar pembuka buku bermutu ini. ~

CATATAN EDITOR: Muhammad Natsir Tahar

Tagged in :

Nania Juliananda Avatar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Muhammad Natsir Tahar

1.5 M Followers

Publishing Director, Editor in Chief , Public Speaker, Copywriter, IT Support, Content Creator, Columnist, Book Planner, Speaker, Writer Trainer, etc.

Karina R. Sembiring

1.7 M Followers

General Manager: Certified Public Speaker (CPS) No. 1551/CPS/IPSA/2024 dari Indonesian Professional Speakers Association (IPSA).

Riki Fazrin

1.1 M Followers

Creative Manager: Hard worker, high loyalty, prioritize customer satisfaction, punctual, etc.

Nania Juliananda

1.1 M Followers

Administrative Officer: Diligent, tenacious, adaptable, prioritizes customer satisfaction, punctual, etc.

Latest Posts

Pages

Tags

There’s no content to show here yet.